Senin, 12 Desember 2011

CINTA


Cinta adalah sebuah kata yang sering terdengar pada saat manusia itu berada dalam usia muda. Pemahaman cinta biasanya diartikan sebagai sebuah perkara yang meletakkan kesetiaan dan ketundukan oleh sesuatu pada sesuatu yang lain.

Tasawuf sebagai disiplin ilmu hati juga tidak melupakan objek cinta ini.
baca selengkapnya
Hanya saja, pemahamannya sedikit berbeda dengan makna cinta yang biasa disebut-sebut kaum remaja. Cinta (mahabah) tampil menjadi maqam keruhanian penting sesudah munculnya ahli tasawuf terkemuka seperti Ja’far al-Shadiq, Syaqiq al-Balkhi, Rabiah al-Adawiyah. Rabi’ah berhasil menjadikan cinta sebagai media renungan terhadap keindahan abadi Tuhan. Rabi’ah jugalah yang membawa perkembangan tasawuf, yakni di mana tasawuf berdasarkan hubungan pribadi antara manusia dengan Tuhannya.
Melihat cinta adalah sebuah perkara yang abstrak, maka dalam memahami perkara ini pasti tidak bisa ditentukan dengan objektif dan absolut. Perbedaan pendapat dari kalangan ahli tasawuf, atau bisa disebut dengan mutasawwif pasti tidak bisa dihindari. Ini dikarenakan, ilmu tasawuf itu bukan sebuah ilmu teori pada dasarnya. Ia adalah sebuah ilmu yang hanya dapat diidentifikasi secara jelas dengan melalui pengamalan atau empiris.
Share this article

1 Tinggalkan jejak:

Posting Komentar

 
Copyright © 2017 RAUDLATUL ULUM KENCONG • All Rights Reserved.
back to top