Senin, 06 Januari 2014

PENGERTIAN METODE MUKHAFADHAH 2

Pengertian Metode Mukhafadoh
Sebenarnya macam-macam metode mengajar mulai yang paling tradisional sampai yang paling modern itu jumlahnya banyak sekali dan hampir tidak dapat dihitung dengan jari tangan [Diktat perencanaan sistem Pengajaran Pendidikan Agama Islam, 2008, hlm:98].


            Akan tetapi kami disini tidak akan memaparkan macam-macam metode tersebut Cuma kami akan memaparkan metode mukhafadhoh yang mana metode tersebut, menurut kami sangat cocok untuk meningkatkan prestasi belajar siswa terutama bagi siswa-siswa yang sifatnya masih pemula atau tingkat ibtidakiyah.  
Metode Muhafadhoh adalah suatu cara dimana seorang guru menyuruh murid agar berusaha meresapkan ilmu kedalam pikiran agar selalu ingat [Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan, 2001, hlm:381].

Mukhafadhoh atau menghafal berarti menanamkan asosiasi dalam jiwa. [Zuhairini, 1980, hlm :101].
Macam- macam Mukhafadhoh
Ada tiga macam Mukhafadhoh, yaitu :
1.      Mukhafadhoh secara mekanis
Mukhafadhoh secara mekanis ialah menghafal sesuatu yang tidak menghiraukan arti. Misalnya menghafal urutan abzat, menghafal pantun nyayian dan sebagainya.
2.      Mukhafadhoh secara logis
Mukhafadhoh secara logis ialah menghafal sesuatu dengan cara terlebih dahulu mengenal dan memperhatikan hubungan artinya. Misalnya menghafalkan sejarah,  ilmu bumi, bahasa, dan lain sebagainya.
3.      Mukhafadhoh secara memoteknis
Mukhafadhoh secara memoteknis ialah menghafal dengan menggunakan titian keledai. Misalnya menghafalkan umur bulan, dihafalkan dengan pangkal-pangkal  tulang pada jari tangan. [Zuhairini, 1980, hlm :101].
Berkenaan dengan pembagian bahan yang dihafal, maka ada tiga macam metode menghafal :
1.      Metode G ( Gans-Lern) ialah menghafal bahan cara keseluruhan dari awal sampai dengan akhir. Setelah itu diulang-ulang lagi dengan cara yang sama, sampai seluruh bahan dikuasai.
2.      Metode T ( Teil-Lern ) ialah  cara menghafal sebagian demi sebagian . terlebih dahulu orang menghafal bagian pertama sampai menguasainya, selanjutnya bagian kedua dan seterusnya. Setelah itu tentu orang harus menghafal atau mengusahakan agar bagian-bagian satu dengan lainnya dirangkai sehingga dapat memproduksikan keseluruhan.
3.  Metode V ( Vermittlendes ) atau metode campuran adalah campuran kedua metode diatas. Pada metode ini orang memulai dengan keseluruhannya, tetapi bagian-bagian yang sukar dipelajari lagi menurut metode T. [Zuhairini, 1980, hlm :102].
Share this article

1 Tinggalkan jejak:

Posting Komentar

 
Copyright © 2017 RAUDLATUL ULUM KENCONG • All Rights Reserved.
back to top