Rabu, 02 April 2014

DAKWAH SUKSES MELALUI KULTUR BUDAYA


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah, kini saya dapat kesempatan untuk mencari bakat dalam bidang tulis menulis, sehingga nantinya timbullah suatu tulisan yang memberi gagasan kepada seluruh pendakwah di Indonesia.
Artikel ini saya ikutkan pada kompetisi blog II yang bertajuk “Walisongo & Teladan sukses dakwah”. yang di adakan oleh kontesblogmuslim.com.

 Dengan memohon rahmat dan ridloNya saya mulai dengan بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Pada abad XIV Walisongo sebagai simbul penyebaran Islam di Nusantara khususnya tanah JAWA. Mereka tinggal di pantai utara yang sekarang sering disebut pantura, yaitu mulai Surabaya sampai Jawa Barat. Meski sebelum era Walisongo datang sudah ada masyarakat Islam di daerah pantura termasuk Leran, dengan bukti adanya makam seorang muslimah yang bernama fatimah binti maimun yang meninggal pada tahun 475 H atau 1082 M.
Adapun nama-nama Walisongo yaitu:
a.       Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim
b.      Sunan Ampel atau Raden Rahmat
c.       Sunan Bonang atau Raden Makhdum Ibrahim
d.      Sunan Drajat atau Raden Qasim
e.       Sunan Kudus atau Ja'far Shadiq
f.        Sunan Giri atau Raden Paku atau Ainul Yaqin
g.       Sunan Kalijaga atau Raden Said
h.       Sunan Muria atau Raden Umar Said
i.         Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah
            Era Walisongo adalah era beralihnya dominasi Hindu Budha dalam budaya Islam. Dalam dakwahnya Walisongo tidak langsung menentang ajaran tapi dengan hikmah dan akhlak sebagaimana ajaran Nabi.
وخالق الناس بخلق خسن.
“Dan beretikalah yang baik dengan manusia”. (HR. At-Turmudzi)[1]
Berkenaan dengan maksud hadis di atas, sayyidina ali bin abi thalib menjelaskan:
خسن الخلق هو موافقة الناس ما عدا المعاصى
" Berbudi baik dengan manusia adalah menyesuaikan kebiasaan mereka selain perbuatan maksiat.[2]
Rasulullah selalu menjaga betul perasaan orang arab dengan menjaga tradisi mereka, kemudian meluruskan budaya tersebut dengan cara Rasulullah, membiarkan bentuk (cassing) budaya dengan mengarahkan pada jalan yang lebih tepat bukan menghilangkan secara totalitas, seperti tradisi Thoaf yang pada era jahiliyah masyarakat mengusap dua berhala satu di bukit shofa (berhala Ashafi) satunya di bukit marwa (berhala Nailah) Nabi tidak menghilangkan tradisi tersebut, namun hanya meninggalkan kemusyrikannya.

Sebagian Walisongo berdakwah dengan menggunakan metode yang halus, diantaranya:
  1. Melakukan pendekatan kepada masyarakat
  2. Tut Wuri Handayani (mengikuti dari belakang terhadap kelakuan dan adat istiadat, tetapi diusahakan untuk mempengaruhi sedikit demi sedikit) dengan menerapkan Tut Wuri Hangiseni ( mengikuti dari belakang sambil mengisi ajaran Islam).
  3. Adat yang tidak sesuai dengan ajaran Islam, tapi mudah dirubah maka segera dihilangkan.
  4. Menghindarkan cara keras dalam menyiarkan Agama Islam dengan prinsip mengambil ikan tanpa mengeruhkan airnya.

Seperti yang lakukan dalam menarik simpati masyarakat, Sunan Kudus (Jakfar shodiq w. 1550 M) membeli seekor sapi (Kebo Gumarang) dari India, kemudian sapi tersebut ditambatkan di halaman rumah. Rakyat tahu dan datang untuk menyaksikan apa yang akan dilakukan Sunan Kudus pada sapinya. Dalam pandangan Hindu sapi adalah hewan suci yang menjadi kendaraan para dewa, menyembelih sapi adalah dosa besar dan dikutuk para dewa. Lalu apa yang dilakukan Sunan Kudus?
www3.petra.ac.id
Setelah masyarakat berkumpul, Sunan Kudus keluar dan membuka suara “ sedulur-sedulur yang saya hormati segenap sanak kadang yang saya cintai, saya melarang saudara-saudara menyakiti sapi, apalagi menyembelih sapi karena pada waktu kecil saya pernah mengalami suatu yang sangat berbahaya hamper mati kehausan, lalu seekor sapi menyusui saya”, mendengar perkataan tersebut, masyarakat kagum menyangka Sunan Kudus titian dewa wisnu, maka mereka bersedia mendengarkan ceramahnya lalu Sunan Kudus melanjutkan ceramahnya, “ salah satu diantara surat Al-Quran ada yang namanya surat sapi yaitu surat ke-dua dalam bahasa arabnya al-baqorah”, kata Sunan Kudus. Masyarakat semakin tertarik kok ada sapi di Al-Quran, masyarakat menjadi ingin tahu lebih banyak dan sering datng mendengarkan cramah Sunan Kudus. Setelah simpati masyarakat diraih akan lapanglah mengajak masyarakat masuk Agama Islam.


jendelakokojava.blogspot.com
www3.petra.ac.id
Selain itu dalam persidangan Walisongo Sunan Kalijogo juga pernah mengusulkan agar adat istiadat orang Jawa seperti selamatan, sesaji tidak langsung ditentang dengan keras, tapi adat istiadat itu agar diberi warna unsur Islam dengan tujuan agar orang jawa tidak menjauh kemudian sunan ampel bertanya atas usulan Sunan Kalijogo “ apakah adat-istiadat lama nantinya tidak menghawatirkan apabila dianggap ajaran Islam? Pertanyaan sunan ampel di jawab Sunan Kudus, saya setuju pendapat Sunan Kalijogo sebab sebagian ajaran Hindu Budha ada yang mirip dengan ajaran Islam, yaitu harus menolong orang miskin. Pendukung Sunan Kalijogo lima orang sedang pendukung sunan ampel hanya dua orang, yakni sunan giri dan sunan drajat. Otomatis usulan Sunan Kalijogo diterima, adat-istiadat jawa yang diwarnai unsur Islam antara lain mitoni dan do’a untuk orang mati (biasa disebut tahlilan) dll. Yang secara hakiki tidak betentangan dengan ajaran Islam. Selain itu Sunan Kalijogo juga mengusulkan agar kesenian rakyat seperti gending, tembang dan wayang dapat diterima oleh para wali sebagai media dakwah, usul ini diterima oleh para wali dan disetujui.
Dengan demikian dapat disimpulkan, bahwasanya Islam adalah agama yang penuh simpatik. Islam membenarkan segala ekspresi budaya yang masih sesuai ajaran syari’at. Islam juga tidak memaksa, tidak ada yang sulit dalam aturan Agama Islam. Islam adalah agama yang berseni tinggi.
Orang yang beradab adalah mereka yang senafas dengan budaya dan tradisi setempat sepanjang tidak betentangan denga syari’at.

            Alhamdulillah dengan selesainya artikel ini semoga dapat mendorong dalam menyukseskan dakwah Islam dalam ajaran Ahlus Sunah Wal-Jama’ah dan bermanfaat bagi umat Islam seluruhnya.
            Ucapan terimakasih kepada kontesblogmuslim.com yang telah membuka wadah berdakwah melalui dunia maya atau cyber.


Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

http://kontesblogmuslim.com/kompetisi-blog-ii-walisongo-teladan-sukses-berdakwah/
 terimakasih kepada:
  1. www.cyberdakwah.com – Media Islam Terdepan
  2. www.muslimedianews.com – Voice of Moslem
  3. www.nu.or.id – Website resmi Nahdlatul Ulama
  4. www.habiblutfi.net – Dakwah teduh dan cinta tanah air
  5. www.streamingIslami.com – Streaming dakwah Islam terlengkap
sumber:
1. Tafsir Maqosyidl. Purna Siswa 2013 MHM.
2. http://id.wikipedia.org/wiki/Walisongo

[1] Tafsir Maqosyidl hal. 93, Purna Siswa 2013 MHM.
[2] Idem.


Share this article

0 Tinggalkan jejak:

Posting Komentar

 
Copyright © 2017 RAUDLATUL ULUM KENCONG • All Rights Reserved.
back to top